Tampilkan postingan dengan label grubi delicious snack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label grubi delicious snack. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2013

Manfaat Ubi Ungu Bagi Kesehatan

Macam jenis ubi jalar yang satu ini memang banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Ubi ungu diketahui berkhasiat sebagai pencegah kanker dan dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung. Menurut data penelitian , ubi ungu mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20% dan sumber kalori yang cukup tinggi, ditambah vitamin A, vitamin C dan vitamin B1 juga terkandung didalamnya. Selain itu kandungan mineral dalam ubi jalar diantaranya berupa zat besi (Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca). 

Ubi ungu biasanya dimasak menjadi olahan kue. Ubi yang tidak dimasak mengandung 112 kalori, bebas lemak dan bebas kolesterol, serta rendah sodium. Kandungan ini tentu akan berubah, tergantung cara Anda memasaknya. Mengukus atau merebus ubi akan memunculkan rasa manisnya yang alami, namun dengan sedikit kalori.

Beberapa manfaat ubi ungu bagi kesehatan: 
1. Ubi ungu berfungsi untuk menghambat penggumpalan darah sehingga aliran darah menuju ke jantung dapat berjalan lancar. Antosianin pada ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat menyerap polusi udara
2. Ubi ungu kaya akan serat. Serat dan pektin dalam ubi ungu sangat baik untuk mencegah gangguan pencernaan seperti wasir, sembelit hingga kanker kolon. Serat dalam ubi ungu juga akan membantu menahan air, sehingga keseimbangan cairan dalam tubuh dapat dipertahankan vitamin C, vitamin B kompleks, zat besi, dan fosfor dalam ubi jalar berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh Antosianin ubi ungu juga memiliki fungsi fisiologis misal antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. 
3. Ubi ungu sebagai obat anti peradangan. Vitamin A, B, C, kalsium, dan potasiumnya membantu meringankan radang perut, dan masalah sejenis karena manfaat anti peradangannya.

Kandungan aktif zat selenium dan iodin dua puluh lebih tinggi dari pada ubi lainnya, sehingga ubi jalar ungu dapat menjadi anti kanker.

Sebenarnya kandungan gizi ubi jalar lebih banyak daripada beras. Ubi jalar lebih kaya serat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Sebaliknya beras sangat kurang kandungan seratnya yang akan memicu kegemukan dan peningkatan kadar gula. 

Disadur dari Diskusi Cerdas Ibu dan Balita. 

Senin, 23 September 2013

Witing Mulyo Jalaran Soko “TELO”


APPL.or.id — Indonesia merupakan negara importir gandum terbesar kedua di dunia setelah Mesir, satu tingkat diatas Brazil. Data US Department of Agriculture (USDA) merilis bahwa Tahun 2011 impor gandum Indonesia mencapai 6,7 juta ton. Menengok data Kantor Menko Perekonomian RI, menyebutkan impor tahun ini diperkirakan tembus 7,1 juta ton. Prestasi yang sangat bombastis, bahan pangan yang tidak tumbuh di bumi nusantara; yang notebene bukan hasil keringat petani negeri ini, mampu menjadi pangan pokok strategis kedua setelah beras. Wajar jika fenomena impor gandum dan pola konsumsi terigu menjadi buah bibir dikalangan pelaku usaha pangan lokal, akademisi, negarawan, dan mungkin juga Anda.

Jas Merah

Sejarah mencatat budaya makan gandum/terigu dimulai tahun 1969, melalui program kerjasama ekonomi Negeri Paman Sam-RI dengan paket public law bertuliskan PL-480. Saat itu pemerintah berusaha mencari alternatif pangan selain beras (diversifikasi). Empat dekade telah berlalu, usaha keras pahlawan gandum telah membuahkan hasil seperti yang kita saksikan saat ini.

Mie instan telah berubah menjadi makanan pokok kedua setelah beras/nasi. Jika dalam sehari makan sebanyak tiga kali, tidak jarang mie instan menjadi sarapan pagi (breakfast), begitu juga makan malam, siangnya baru makan nasi/beras. Fenomena ini terjadi baik di kota maupun di desa. Dari anak-anak, pelajar, sampai mahasiswa, guru/dosen, orang tua. Ketika bencana terjadi pun sering kita saksikan makanan berbahan impor ini menghiasi tenda-tenda pengungsian. Wajar jika konsumsi mie instan menyumbang 60% kebutuhan gandum/terigu nasional. Posisi kedua kebutuhan roti dan kue (30%), sisanya 10% memasok industri rumah tangga.

MOCAF=Modified Cassava Flour

Di bidang Teknologi Pertanian, telah ditemukan teknik mengolah telo/ubi kayu menjadi tepung alternatif terigu. Secara sederhana, teknologi ini merekayasa sel ubi kayu sedemikian rupa sehingga mampu menghilangkan aroma singkong, memodifikasi tekstur dan warnanya sehingga mendekati tepung terigu. Mocaf berbeda dengan tepung gaplek (bahan tiwul) atau tepung singkong. Mocaf mampu mensubstitusi terigu 20%-100%. Brownies contohnya, kue coklat yang sangat lezat ini bisa dibuat dengan 100% tepung singkong (MOCAF) dengan rasa yang jauh lebih lezat daripada brownies tepung impor. Mie instan dan bubur bayi sangat mungkin dikembangkan dengan tepung telo ini. Selain itu, Mocaf tidak mengandung gluten sebagaimana tepung terigu, sehingga MOCAF dapat dikonsumsi penyandang autis. Secara ekonomi, harga MOCAF mampu bersaing dengan harga tepung impor di pasar ritel.

Impor Pangan Tidak “Haram”

Berat rasanya untuk mengatakannya. Harus demikian jika kita melihat dalam konteks kebijakan darurat untuk mencukupi stok pangan nasional. Keterpaksaan impor pangan dapat dimaklumi sebagai kewajiban negara untuk memenuhi hak dasar rakyat yaitu kecukupan gizi (pangan) agar manusia Indonesia dapat hidup aktif, sehat dan produktif. Dalam konteks ketahanan pangan, sah-sah saja mengganti “beras impor” dengan “gandum impor” atas nama diversifikasi pangan. Namun persepsi ini tertolak jika dilihat dari perspektif kemandirian pangan. Lebih-lebih jika negara dituntut mewujudkan kedaulatan pangan.

Betul bahwa impor pangan merupakan cara cepat memenuhi stok pangan nasional dan “masuk akal” secara ekonomi. Namun sudahkah dipertimbangkan tradeoff (pengorbanan) berupa ongkos sosial, budaya, kesehatan masyarakat dan isu keamanan nasional. Bagaimana menghitung kerugian petani saat berhadapan dengan produk impor? Bagaimana menghitung keselamatan rakyat jika suatu saat ditemukan mikrobiologis jahat dalam pangan impor? Bagaimana jika harga pangan dunia melambung tak terkendali? Jika suatu saat terjadi embargo atau gagal panen yang dialami petani gandum misalnya; sementara masyarakat sudah “kadung” bergantung terigu. Benar bahwa “urusan perut tidak bisa ditunda-tunda”, pertanyaanya apakah bijak jika isi perut harus didikte (bergantung) negara lain?

Demi menjaga kedaulatan bangsa, penulis mengusulkan: pemerintah mengurangi impor pangan, khususnya gandum dan anak cucunya. Melakukan proteksi terhadap tepung lokal serta memasukkan MOCAF sebagai pangan pokok yang distok negara. Jika impor pangan berpotensi membahayakan kedaulatan bangsa maka bertepatan Hari Pangan Sedunia, saatnya Membangkitkan Semangat Telo, yang sejatinya “Netheli barang sing olo”; menuju bangsa yang mandiri, bermartabat dan berdaulat. Sesuai judul di atas.

Jumat, 20 September 2013

Ubi Jalar Ungu dan Penjelasannya



Ubi ungu  mulai banyak diminati konsumen  yang peduli akan kesehatan karena mempunyai komposisi gizi yang baik dan memiliki fungsi fisiologis tertentu bagi kesehatan tubuh. Keberadaan senyawa antosianin pada ubi ungu  yaitu pigmen yang terdapat pada ubi  ungu berfungsi  antioksida, antikanker, antibakteria, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi jalar ungu juga mampu bertindak sebagai anti kanker karena terdapat zat aktif didalamnya yang dinamakan selenium dan iodin serta dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi lain. Ubi jalar ungu juga memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas “blueberry”.

Vitamin yang terkandung dalam ubi ungu antara lain:
•    Vitamin A            
•    Vitamin C
•    Vitamin B1
•    Riboflavin
•    Zat besi (Fe)
•    Fosfor (P)
•    Kalsium (Ca)
•    Protein
•    Lemak
•    Serat kasar

Kandungan antosianin yang tinggi pada ubi jalar ungu mempunyai stabilitas yang tinggi berbanding anthosianin dari sumber lain membuat tanaman ini sebagai pilihan yang lebih sehat dan sesuai sebagai alternatif pewarna alami. Beberapa industri pewarna dan minuman berkarbonat menggunakan ubi ungu sebagai bahan mentah penghasilan anthosianin. Selain itu, ubi ini digunakan dalam industri pembuatan eskrim, minuman beralkohol, pie dan roti. Ubi jalar ungu juga telah dikembangkan dalam bentuk produk eskrim, sirup dan anggur asam.

Antosianin :  adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. 

Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan menyimpan 50000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23 cangkir brokoli, yang menggembirakan perebusan hanya merusak 10% kadar betakaroten, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven hanya 20%. Namun penjemuran menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%.

Artikel ini disadur dari Jendela Alam.

Jumat, 13 September 2013

Resep Membuat Grubi dari Ubi Jalar Ungu



Untuk menghasilkan 25 buah grubi ungu lezat dibutuhkan bahan:
- 600 gram ubi jalar ungu 
- 200 gram gula merah, iris halus
- 1/2 sendok teh garam 
- 100 ml minyak, untuk membesta

Cara membuat:
  1. Iris ubi jalar ungu bentuk korek api tipis sambil direndam dalam air. Cuci bersih.
  2. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang dan kering.
  3. Panaskan minyak. Masukkan gula merah dan garam. Aduk sampai larut dan berbuih. Kemudian masukkan ubi goreng. Aduk rata.
  4. Cetak segera di ring diameter 5 cm diatas nampan yang dialas kertas roti. Dinginkan.

Paduan ubi jalar dengan gula merah, membuat sajian ini terasa manis dan gurih.


Artikel ini disadur dari Sajian Sedap. 

Rabu, 11 September 2013

Ubi Jalar dan Khasiatnya

Bunga ubi jalar.

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias, karena keindahan daunnya.
Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih diperdebatkan, Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia. Proposal ini banyak ditentang, karena bertentangan dengan fakta-fakta klimatologi dan antropologi. 

Budidaya 
Ubi jalar dapat dibudidayakan melalui stolon/batang rambatnya. cara menanamnya cukup mudah, dengan mencangkul lahan yang mau ditanami sehingga stolon/batang rambat ubi jalar mudah dimasukkan dalam tanah. pemeliharaannya cukup mudah. ubi jalar akan tumbuh baik bila lahan terkena matahari langsung, pemeliharaan dari gulma untuk menghindari persaingan unsur hara disekitar tanaman. pemberian pupuk UREA atau Organik akan menambah hasil panen yang lebih bagus. Panen ubi jalar yaitu dengan mencangkuli sekitar tanaman,ini untuk mempermudah ubi rusak karena terkena cangkul atau alat pertanian.

Sejarah 
Ubi jalar atau ketela rambat atau “sweet potato” diduga berasal dari Benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian tengah. Nikolai Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani Soviet, memastikan daerah sentrum primer asal tanaman ubi jalar adalah Amerika Tengah. Ubi jalar mulai menyebar ke seluruh dunia, terutama negara-negara beriklim tropika pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang, dan Indonesia. 

Ubi Jalar Merah 
Berdasarkan riset yang dilakukan Institut Pertanian Bogor, ubi jalar merah yang berasal dari Papua mengandung senyawa beta karotena yang mampu menurunkan infeksi HIV/AIDS. Sehingga diusulkan menjadi diet utama penderita HIV/AIDS bersama bahan lain. Dibandingkan dengan bahan makanan pokok lain, ubi jalar biasa memiliki kandungan senyawa pembentuk vitamin A tertinggi, yaitu mencapai 14187 IU per 100 gram porsi, atau mencapai 89% kebutuhan harian. Beta karotena termasuk salah satu senyawa pembentuk vitamin A. 

Umbi yang siap diolah

Bagaimana dengan ubi jalar ungu? 
Ubi jalar ungu konon memiliki antioksidan yang cukup tinggi dan sangat lezat dibikin grubi. Tertarik mencoba grubi? Klik grubi. 

Artikel ini sebagian besar disarikan dari Wikipedia.